TOP Sumatra, Medan: K.H. Sutan Sahrir Dalimunthe juga menekankan bahwa pesantren merupakan pilar utama NU yang tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter, moral, dan nasionalisme umat. Oleh karena itu, pemahaman sejarah NU dan pesantren menjadi fondasi penting bagi pengurus dalam menjalankan roda organisasi secara berkhidmah dan berkesinambungan.
Hal itu disampaikan pada sesi materi hari ke 2 Upgrading Kesekretariatan peserta mendapatkan pembekalan tentang Sejarah Nahdlatul Ulama dan Pesantren yang disampaikan oleh H. Sutan Sahrir Dalimunthe, S.Ag., MA. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara komprehensif latar belakang lahirnya Nahdlatul Ulama, peran ulama pesantren dalam menjaga akidah Ahlussunah wal Jamaah, serta kontribusi NU dan pesantren dalam perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan bangsa
Pengurusu Cabang Nahdlatul Ulama Kota Medan berharap para peserta semakin memahami nilai-nilai perjuangan NU serta mampu mengimplementasikannya dalam pengelolaan kesekretariatan yang profesional, tertib, dan berlandaskan tradisi keilmuan pesantren. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penguatan komitmen pengurus untuk terus menjaga marwah NU sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah di tengah dinamika masyarakat.