Pengabdian Masyarakat di Kuala Lumpur, MalaysiaProgram Changemaker Indonesia ‘Youth Social Action
Januari 24, 2025
0
Program Changemaker Youth Social Action adalah salah satupengalaman paling berharga dalam hidup saya. Selama lima hari diMalaysia, saya mendapat kesempatan untuk belajar, berbagi, danmengabdikan diri di berbagai komunitas
Program Changemaker Youth Social Action adalah salah satu pengalaman paling berharga dalam hidup saya. Selama lima hari di Malaysia, saya mendapat kesempatan untuk belajar, berbagi, dan mengabdikan diri di berbagai komunitas yang memiliki cerita dan perjuangan masing-masing. Saya juga bertemu dengan banyak mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai daerah dan kampus yang memiliki beragam pengetahuan yang keren. Pertemuan ini tidak hanya memperluas wawasan saya tetapi juga memberikan inspirasi baru untuk terus bergerak dan berkontribusi. Berikut adalah perjalanan saya selama mengikuti program ini: Hari 1, 06 Januari 2025: Mengunjungi Universitas Kebangsaan Malaysia Perjalanan dimulai dengan kunjungan ke kampus Universitas Kebangsaan Malaysia. Saya terkesan dengan suasana akademik yang dinamis dan inovatif di kampus ini. Kami berkesempatan berdiskusi dengan mahasiswa lokal tentang berbagai isu global dan bagaimana mereka berusaha memberikan solusi melalui penelitian dan program komunitas. Kunjungan ini membuka mata saya tentang pentingnya pendidikan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Hari 2, 07 Januari 2025: Berkunjung ke Rumah Kasih Charity Home Hari kedua membawa kami ke Rumah Kasih, sebuah tempat yang menjadi rumah bagi lansia. Di sini, saya belajar bahwa kebahagiaan bisa datang dari hal-hal sederhana, seperti mendengarkan cerita mereka, bermain musik bersama, atau hanya menemani mereka. Pengalaman ini mengajarkan saya tentang pentingnya kasih sayang dan perhatian bagi mereka yang sering merasa dilupakan oleh dunia. Hari 3, 08 Januari 2025: Mengunjungi Pusat Transit Gelandangan di Chow Kit Di pusat transit gelandangan daerah Chow Kit, saya melihat langsung orang-orang yang menghadapi tantangan hidup yang berat. Di sini, kami membantu mendistribusikan makanan dan kebutuhan sehari-hari, serta mendengarkan cerita mereka. Saya belajar bahwa rasa empati dan solidaritas bisa memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Hari 4, 09 Januari 2025: Sanggar Bimbingan (SB) Sentul Hari keempat adalah hari yang sangat emosional bagi saya. Kami mengunjungi Sanggar Bimbingan (SB) di Sentul, tempat anak-anak TKI yang tidak berdokumen mendapatkan pendidikan. Melihat semangat mereka untuk belajar meskipun dengan keterbatasan membuat saya sangat terinspirasi. Saya ikut memberikan pelajaran sederhana, bermain, dan bercanda bersama mereka. Anak-anak ini mengajarkan saya bahwa harapan selalu ada, asalkan kita terus berusaha. Hari 5, 10 Januari 2025: Mini Konferensi di International Youth Centre Hari terakhir program diisi dengan mini konferensi di International Youth Centre. Dalam acara ini, kami berdiskusi tentang berbagai solusi untuk isu-isu sosial yang dihadapi komunitas yang telah kami kunjungi. Kebetulan, saya mendapatkan tanggung jawab untuk membahas salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu No Poverty (Tanpa Kemiskinan). Melalui sesi ini, saya belajar lebih dalam mengenai bagaimana kemiskinan menjadi isu global yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Kami mengeksplorasi berbagai pendekatan, mulai dari pemberdayaan ekonomi hingga akses pendidikan, untuk membantu mengurangi kesenjangan. Saya merasa terinspirasi oleh ide-ide kreatif dan inovatif yang muncul dari para peserta yang berasal dari berbagai daerah. Hal yang semakin istimewa, kelompok saya mendapatkan penghargaan sebagai 2nd Best Team, dan saya sendiri mendapatkan penghargaan 3rd Best Presenter. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja keras kami selama proses diskusi dan presentasi. Pengalaman lima hari ini tidak hanya memperkaya wawasan saya, tetapi juga mengajarkan saya tentang pentingnya memberikan dampak positif di komunitas. Saya merasa bangga dapat membawa nama almamater Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dalam program ini. Dengan mengenakan almamater, saya merasa terwakili sebagai bagian dari generasi muda yang siap berkontribusi untuk perubahan positif. Saya mengajak teman-teman semua untuk tidak ragu melibatkan diri dalam kegiatan pengabdian seperti ini. Kita tidak hanya belajar tentang dunia, tetapi juga menemukan makna baru dalam hidup kita sendiri. Mari bersama-sama menjadi agen perubahan untuk dunia yang lebih baik!