Budaya Pendidikan Politik Rugby Uncategorized

Rais Syuriyah dan Ketua PCNU Tapanuli Tengah Terpilih Tegaskan Pentingnya Kembali Merajut Kebersamaan

  • Januari 26, 2026
  • 0

TOP Sumatra-Tapanuli Tengah: Pembukaan Konfercab (Konferensi Cabang) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tapanuli Tengah berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan yang dilaksanakan pada Sabtu, (17/01/2026) di Hotel Hasian Pandan.

Rais Syuriyah dan Ketua PCNU Tapanuli Tengah Terpilih Tegaskan Pentingnya Kembali Merajut Kebersamaan

TOP Sumatra-Tapanuli Tengah: Pembukaan Konfercab (Konferensi Cabang) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tapanuli Tengah berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan yang dilaksanakan pada Sabtu, (17/01/2026) di Hotel Hasian Pandan.

Turut juga berhadir Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, yang diwakili oleh Wakil Bupati Mahmud Efendi Lubis, PWNU Sumatera Utara, di antaranya H. Abrar Dawud Faza, H. Alfian Hutauruk, Sawaluddin Nst, Nasrun Salim, Idris Siregar dan tim lainnya. Tidak lupa turut berhadir juga para tokoh dan warga NU, MWC NU, Banom NU Tapteng.

Jawali Pasaribu menjelaskan bahwa konfercab tersebut diikuti oleh 13 MWC NU, yakni MWC NU Andam Dewi, Badiri, Kolang, Manduamas, Pandan, Pinangsori, Sarudik, Sirandorung, Sitahuis, Sorkam, Sorkam Barat, Tapian Nauli, dan Tukka.

Akan tetapi usai pembukaan Konfercab sempat terjadi kericuhan akibat aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh segelintir orang yang mengatasnamakan badan otonom NU dan menyatakan penolakan terhadap keberadaan Tim Karteker.

Sekretaris Karteker Sawaluddin menyebutkan bahwa saat biasa terjadi dinamika dalam setiap konfercab.

“Saya kira dalam setiap perhelatan pemilihan ketua PCNU biasa terjadi dinamika yang dinamis. Apalagi saat ini dengan banyaknya kader-kader NU di mana-mana maka setiap kader yang memiliki potensi Bersiap-siap untuk menjadi ketua,” ungkapnya di sela-sela Pembukaan Konfercab.

Akhirnya setelah musyawarah dengan PWNU dan PBNU, H Jawali selaku panitia menginstruksikan agar pelaksanaan Konfercab dipindahkan di Sorkam untuk meminimalisasi potensi keributan dan pertikaian antara warga NU.

“Pemindahan pelaksanaan kofercab di Sorkam untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan sekaligus menghimpun perbedaan untuk mencari jalan keluar atas kevakuman organisasi NU selama ini sehingga dibutuhkan pelaksanaannya dengan sebaik-baiknya.”

“Konfercab ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi NU di Tapanuli Tengah dan sesuai amanat PBNU harus dilaksanakan sesuai tanggal yang ditetapkan. Makanya konfercab ini kami laksanakan sebaik-baiknya sampai selesai,” tegasnya.

Pantauan media, pelaksanaan Konfercab NU Tapanuli Tengah ini dilaksanakan pada hari itu juga mulai pukul 14.00 s.d 17.00 wib di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) NU Desa Pananggahan, Kecamatan Sorkam.

Dalam forum Konfercab tersebut diawali melalui Rapat Ahwa (Ahlul Halli Wal Aqdi) terpilih H. Bincar Halomoan Siregar sebagai Rais Syuriyah PCNU Tapanuli Tengah masa khidmat 2026–2031. Sementara itu melalui rapat sidang pemilihan ketua hanya muncul 1 calon yakni Muhammad Shodiqin Lubis yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Tapanuli Tengah untuk masa khidmat yang sama.

Rais Syuriyah terpilih, H. Bincar Halomoan Siregar dalam sambutannya menegaskan pentingnya fikrah nahdliyyah sebagai landasan berpikir, bersikap, dan bergerak bagi seluruh struktur dan warga NU.

“Fikrah nahdliyyah harus terus ditegakkan dan disemarakkan. Inilah warisan ulama Ahlussunnah wal Jama‘ah yang menjadi penuntun NU dalam menjaga keseimbangan antara agama, budaya, dan kebangsaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai dasar NU seperti tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i‘tidal (adil) harus senantiasa menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan zaman dan dinamika sosial masyarakat yang terus berkembang.

Kemudian Ketua PCNU Tapanuli Tengah terpilih Muhammad Sodiqin Lubis menyampaikan dalam sambutan perdananya bahwa pemilihan ini mencerminkan kuatnya kesepahaman serta soliditas warga Nahdliyin dalam menentukan arah kepemimpinan NU ke depan.

Dia menyatakan kesiapan penuh untuk menakhodai NU ke depan dengan mengedepankan kerjasama, kebersamaan, serta penguatan jam’iyyah. Ia menekankan bahwa kepemimpinan NU harus bersifat inklusif, kolektif, dan mampu merangkul seluruh elemen warga Nahdliyin di Tapanuli Tengah.

“NU hanya bisa besar jika dikelola bersama-sama. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kerja sama dan keikhlasan adalah kunci utama,” ujar Sodiq.

Ia juga menegaskan bahwa upaya merajut kembali kebersamaan merupakan pekerjaan besar yang harus dijalani bersama demi menjaga persatuan dan kebesaran NU di daerah tersebut.

“Ke depan, kebersamaan harus dirajut kembali dan dikelola dengan baik. Ini adalah pekerjaan berat, tetapi harus kita jalani demi persatuan dan kebesaran NU di Tapanuli Tengah,” tegasnya.red

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *